Rabu, 30 September 2015

Efek Seabuckthorn Sebagai Anti Kanker

Efek anti-kanker pada seabuckthorn selain menghilangkan efek luar yang disebabkan oleh permukaan mekanisme atau epidemi lainnya, juga menghambat sel-sel kanker dan memblokir fonem kanker secara langsung.

Peneltian neoplasma di Provinsi Gansu dengan menggunakaan minyak dan jus seabuckthorn terhadap tikus laboratorium yang menderita penyakit kanker transplasi, sarkoma, leukemia limfositik dan uji supresi kanker melanoma, menemukan bahwa kedua injeksi intraperitoneal minyak ataupun jus seabuckthorn, tetap memiliki efek penghambatan pertumbuhan tumor, dan dalam percobaan ini juga menunjukan bahwa jus seabuckthorn dapat membunuh sel kanker pada vitro, tetapi juga dapat menghambat jalur sel kanker dan sel-sel leukemia limfositik. Insitut penelitian melakukan percobaan pada tikus dengan sari minyak seabuckthorn dan menemukan zat anti-kanker Ehrlich ascites carcinoma. Buah seabuckthorn dengan Ehrlich ascites carcinoma dapat memperpanjang umur secara signifikan. Dengan berbagai zat-zat efektif yang diekstraksi dari buah seabuckthorn yang akan diteliti lebih lanjut untuk melawan sel leukemia pada vitro, dan menemukan bahwa berbagai komponen didalamnya memiliki sitotoksisitas terhadap sel leukemia.

anti-kanker-dengan-seabuckthorn


Shanxi Medical Branch mempelajari efek zat aflatoksin B1 pada daun seabuckthorn terhadap kanker hati, pada percobaan makanan terhadap tikus dan hasil percobaan menunjukan bahwa penyakit hati (lesi proliferatif sel hati, lesi prakanker kanker hati) jumlahnya berkurang dan ukurannya mengecil secara signifikan. Menunjukkan bahwa aflatoksin B1 yang terdapat pada daun seabuckthorn memiliki efek tertentu dalam penghambatan kanker hati. Hasil penelitian Shanxi Medical School menunjukan bahwa hasil konsentrat dari jus seabuckthorn dapat mensimulasikan kondisi in vitro dalam lambung agar mampu menghalangi sintesis N nitroso Lynn, dibandingkan dengan konsentrat yang sama dari asam askorbat, yang juga menghalangi zat tersebut mengalami peningkatan. Hal ini membuktikan bahwa seabuckthorn memiliki fungsi yang sama dengan asam akorbat. Dalam eksperimen lain, jus seabuckthorn berperan menghalangi N- dimetil nitrosamine karsinogen pada tikus dan melindungi in vivo, dan setelah dikonfirmasi lebih lanjut, jus seabuckthorn dapat memblokir senyawa nitroso N yang menginduksi kanker dalam jumlah besar secara efektif, dan lebih baik daripada efek dari asam askorbat.

Sarjana Uni Soviet telah menemukan bahwa flavonoid seabuckthorn mengandung coumarin, isocoumarin, furanocoumarins, lignin dan polifenol, serotonin dan komponen lain yang memiliki efek anti-kanker yang komprehensif. Sarjana China telah menggunakan ekstrak seabuckthorn dalam banyak penelitian pada hewan, dalam hasil vivo menunjukkan bahwa ekstrak seabuckthorn terhadap melanoma, leukemia limfositik, Ehrlich ascites carcinoma, tumor pada hewan memiliki efek yang pasti. Dalam percobaan in vitro menunjukkan bahwa ekstrak seabuckthorn memiliki fungsi control dan efek penyembuhan yang signifikan pada tumor lymphocytic leukemia.

Di samping itu, juga memiliki efek sitotoksik langsung pada lini sel leukemia manusia dan lini sel kanker pada lambung manusia. Juga menemukan bahwa ekstrak seabuckthorn mampu menghalangi efek karsinogenik pada senyawa nitroso N dan menghambat peran lesi prakanker yang disebabkan oleh aflatoksin B1. Melalui praktek studi mekanisme telah menunjukkan bahwa ekstrak seabuckthorn memiliki efek anti-tumor, juga telah meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan aktivasi fagositosis makrofag, dengan begitu dapat meningkatkan aktivitas superoksida dismutase.

Hasil ini menunjukkan bahwa seabuckthorn memiliki efek anti-kanker yang pasti, ekstrak Hippophae digunakan untuk mempersiapkan terapi antikanker sekunder, obat anti-kanker sinergis, meningkatkan imunitas pasien kanker, dan mengurangi efek samping dari beberapa obat kemoterapi.

Negara produsen utama seabuckthorn di dunia seperti di Uni Soviet dan China sangat prihatin terhadap masalah efek seabuckthorn pada kanker. Menurut laporan penelitian yang berkaitan dengan efek ekstrak seabuckthorn sebagai anti-kanker di Uni Soviet, serta laporan penelitian efek seabuckthorn sebagai anti-tumor dan anti-kanker tahun ini di Russian Academy of Medical Sciences Research Center, Institut Laboratorium Farmakologi Kanker. Ilmuwan Rusia menggunakan 10 jenis ekstrak seabuckthorn pada 5 jenis kanker tumor yang berbeda pada 105 tikus metastatis, 688 tikus baris, dan 173 tikus kecil, setelah melalui tes selektif menemukan bahwa seabuckthorn memiliki sifat toksisitas tetapi masih memiliki efek anti tumor, efeknya berbeda dalam dosis dan waktu yang berbeda. Studi eksperimental komparatif hasil kemoterapi terpisah dengan siklofosfamid dan penggunaan seabuckthorn secara individual dengan hasil kemoterapi yang dikombinasikan dengan seabuckthorn menunjukan bahwa seabuckthorn memiliki efek resistensi yang moderat. Sebagai efek kesehatan yang besar pada penyakit, akan lebih terlihat dengan penemuan lebih lanjut.

Potensi efek seabuckthorn sebagai anti-kanker, walaupun merupakan penelitian sastra pertama ataupun penelitian yang telah dilakukan dalam setengah abad di Uni Soviet. Dalam pengembangan dan pemanfaatannya, China masih belum mengetahui manfaat dari zat aktif yang terdapat dalam seabuckthorn, tapi dalam setiap percobaan dan pengamatan klinis, seabuckthorn memiliki efek penghambatan kanker, dan ini merupakan suatu kemajuan besar.

Efek anti-tumor dan anti-kanker pada Seabuckthorn bergantung pada faktor-faktor berikut:
  1. Jumlah ekstrak kandungan zat aktif anti kanker dan jumlah zat aktif yang belum diketahui;
  2. Proses ekstraksi kandungan bahan aktif, yaitu proses ekstraksi harus mencapai "tingkat ekstraksi penuh.
  3. Seleksi dosis seabuckthorn terhadap efek antikanker yang paling efektif.
  4. Formulasi yang berbeda dari seabuckthorn terhadap berbagai jenis karakteristik kanker tumor, menunjukkan bahwa formulasi seabuckthorn yang berbeda untuk berbagai jenis penekanan tumor dan kanker, memiliki anti-metastasis dan meningkatkan kinerja secara efektif.
  5. Zat aktif yang terkandung pada seabuckthorn yang berperan dalam penghambatan kanker masih harus dipelajari

Efek seabuckthorn dalam mencegah penyakit hati

Penyakit hati yang umum disebabkan oleh alcohol contohnya seperti toksisitas hati dan virus hepatitis. Di China, kedua penyakit ini sering kali kita temui, sebanyak 1000 orang pasien mengidap hepatitis B kronis, dan lebih 120 juta orang adalah pembawa virus hepatitis B.

manfaat-seabuckthorn-untuk-penyakit-liver


1. Peran seabuckthorn terhadap toksisitas hati
China–Japan Friendship Hospital Research Institute melakukan pengamatan efek hepatoprotektif pada minyak biji seabuckthorn dan hasil dari percobaan terhadap hewan membuktikan bahwa dengan jumlah konsumsi yang tepat, minyak biji seabuckthorn dapat mengurangi kerusakan hati yang disebabkan oleh karbon tetraklorida secara signifikan.

Karbon tetraklorida menyebabkan nekrosis pada sel hati dari berbagai ukuran, akibat dari nekrosis tersebut, sel hati akan memecah dan sebagian besar hilang. Karena ukurannya yang kecil, minyak biji seabuckthorn mampu mengurangi nekrosis pada sel hati secara signifikan, potongan-potongan kecil zat basophilic juga mendekati tingkat normal, di konfirmasikan bahwa minyak biji seabuckthorn dapat melindungi kerusakan membran sel hati dari karbon tetraklorida dan tetrakloro monoksida, kedua ini merupakan zat yang sangat beracun pada hati.

Maryland School of Medicine melakukan studi dengan model tikus besar dan tikus kecil, untuk mengeksplorasi dampak minyak biji seabuckthorn pada kerusakan hati. Hasil menunjukan bahwa minyak biji seabuckthorn dapat menghambat reaksi karbon tetraklorida, etanol, parasetamol, terhadap enzim SGPT dan AST yang terdapat pada hati. Dan juga untuk menghambat meningkatnya konten MDA pada hati. Mekanisme merupakan bagian dari perlawanan minyak seabuckthorn terhadap radikal bebas yang menyerang CTC untuk melindungi membrane sel hati. Ekstrak minyak biji seabuckthorn juga memiliki efektivitas dalam melindungi hati dari etanol maupun parasetamol yang menyebabkan kerusakan hati. Hewan percobaan yang mengkonsumsi jus Seabuckthorn dan minyak buah seabuckthorn terbukti bahwa hati nya terlindung dari zat-zat seperti karbon tetraklorida, etanol, dan parasetamol. Dapat disimpulkan bahwa jus seabuckthorn, minyak buah dan minyak biji seabuckthorn mempunyai harapan dalam mencegah dan menjadi obat untuk penyakit hati.

2. Peran seabuckthorn terhadap virus hepatitis

Spesialis hati nasional menggunakan sirup dan jus seabuckthorn sebagai konsentrat pada butiran konsentrat gandum untuk menyelesaikan 132 kasus pers dalam "Hepatitis Program Control". Langkah awal yaitu melakukan diagnostik untuk mencari kriteria yang cocok dalam percobaan pengobatan pada pasien yang menderita virus hepatitis akut. Hasil menunjukan bahwa 130 kasus telah melewati dasar penyembuhan, berarti tingkat keberhasilan mencapai 98,5%, 2 kasus tersebut masih dalam tahap pengobatan, rata-rata jumlah hari pengobatan yang masih dibutuhkan adalah 21,6 hari. Pada akhirnya, hasil tingkat keberhasilannya akan tetap mencapai 100%. Efek pengobatan dari jus dan sirup seabuckthorn tidak ada perbedaan yang signifikan. 130 kasus GPT pulih secara normal, rata-rata waktu pemulihan adalah 14,8 hari. 98 kasus diantaranya telah sembuh dari penyakit kuning, tingkat penyembuhan penyakit kuning tersebut sebesar 100%, dengan waktu rata-rata 9,5 hari (7-23 hari), 87 kasus berada di akhir masa pengobatan hepatomegali, 68 kasus sembuh secara normal, 15 kasus penyembuhannya mulai terlihat, 4 kasus tidak memiliki perubahan yang besar. Gejala gastrointestinal seperti mual dan muntah akan menghilang dalam jangka waktu kira-kira tiga hari, akan muncul efek peningkatan nafsu makan, biasanya setelah tiga hari nafsu makan meningkat secara signifikan, kira-kira dalam jangka waktu 5 hari akan kembali seperti semula, kembung akan menghilang dalam jangka waktu 4 hari. Yang paling penting adalah selama proses pengobatan tidak muncul efek samping dan toksisitas lain.

Kegunaan Buah Seabuckthorn Dalam Pengobatan Tibet dan Mongolia

Kegunaan Buah Seabuckthorn Dalam Pengobatan Tibet dan Mongolia - Seabuckthorn umumnya digunakan sebagai obat sejak zaman kuno Tibet – Mongolia. Pada abad ke-12, dokter terkemuka di Tibet, Yuthog Nyingma Yönten Gönpo pergi ke sekitar Tibet untuk mengoleksi resep obat dari masyarakat sekitar, lalu melakukan penelitian dengan didasarkan oleh buku yang berjudul “Yue Wang Yao Zhen” (juga bisa diterjemahkan sebagai "Yi Fa Yue Wang Lun");

Ia juga pergi ke Nepal, India dan negara-negara lain untuk mempelajari pengetahuan medis, menyerap budaya medis lainnya, lalu menulis sebuah buku klasik medis Tibet yang terkenal yang berjudul "Si Bu Yi Dian". “Si Bu Yi Dian” atau “The Four Tantras” terdiri atas 4 volume dan 156 bab. 30 bab diantaranya menjelaskan peran seabuckthorn terhadap kesehatan manusia secara lebih rinci, contohnya seperti efek seabuckthorn pada sistem pernafasan akibat dari paru ekspektoran; koordinasi terhadap hati, lambung, limpa, ginjal dan jantung agar berfungsi secara seimbang; cara meningkatkan regenerasi penyembuhan terhadap trauma rasa sakit; penyebab darah statis pada sistem peredaran darah. Pada buku ini, dituliskan 84 jenis resep seabuckthorn.



Pada abad ke-13, Kaisar pemerintahan Yuan yaitu Kubilai, setelah mengikuti kepercayaan Buddha Lamaist, ajaran "Si Bu Yi Dian" juga ikut masuk ke Mongolia melalui Lamaist, seabuckthorn juga mulai digunakan dalam pengobatan di Mongolia. Pada tahun 1840 M, muncul buku Tibet klasik yang berasal dari ukiran kayu berjudul "Jing Zhu Ben Cao" (Crystal Beads Materia Medica) pada buku itu dituliskan bahwa "krim seabuckthorn menyembuhkan penyakit, membasmi tumor”; "buah seabuckthorn membasmi kanker paru-paru, darah, dan lambung"; "bermanfaat dalam penyembuhan berbagai penyakit"; dll. Pada abad ke-17, Sekretaris pertama - Sanggyai Gyatso (1653-1705) menulis buku berjudul "The Blue Beryl Treatise" (disebut sebagai "Lan Bo Li"), buku ini dibuat di Tibet pada tahun 1689. Buku ini adalah catatan “standar” dari "Si Bu Yi Dian" yang dimuat sebagai suatu kehormatan bagi para sarjana Tibet untuk generasi yang mendatang. Hal ini tidak hanya berperan besar dalam mengembangkan pengobatan Tibet dan juga sudah di publikasikan di bagian Barat. Setelah itu, muncul banyak artikel tentang “Si Bu Yi Dian” dalam bahasa Inggris, seperti "Komentar Pada Tesis Utama di Tibet", "Makalah Farmakognosi dan Farmakologi Tibet", "Analisa Pengobatan Tibet" dan artikel lainnya. Sejak tahun 1688, telah ada lebih dari 40 sarjana Inggris, Hungaria, Jerman, Italia, Swedia, Uni Soviet, Jepang dan negara-negara lain yang melakukan penelitian dan terjemahan terhadap "Si Bu Yi Dian", lalu membentuk organisasi akademik internasional bernama “Sándor Korosi Csoma” untuk melakukan penelitian dalam buku tersebut. Pada zaman Dinasti Qing (1821- 1850), pelajar Mongolia bernama Lobsang Chopel memuat buku yang berjudul "Selected Tibetan Medicine", 1 buku itu terdiri atas 120 lembar. 3 lembar diantaranya ada yang mencatat tentang sifat dan efek obat seabuckthorn secara klinis; didalamnya juga tercatat 37 resep ekstrak seabuckthorn dan juga menjelaskan secara detail efek seabuckthorn terhadap pengobatan penyakit lambung, jantung, limpa, usus, pembengkakan hati dan penyakit ginekologi.

Dengan adanya catatan sejarah seperti ini, dapat diketahui bahwa pengobatan Tibet dari 1200 tahun yang lalu sudah menggunakan seabuckthon sebagai bagian dari obat. Setelah itu, mereka melakukan berbagai percobaan reproduksi untuk mengolah dan mengumpulkan jenis-jenis serta bentuk seabuckthorn lainnya. Melalui praktek klinis yang memakan waktu yang cukup lama telah berhasil menyimpulkan berbagai pengalaman pengobatan yang berlimpah.

Penggunaan seabuckthorn dalam pengobatan Tibet merupakan awal perkenalan dan pemahaman manusia terhadap seabuckthorn, hal tersebut merupakan harta tak bernilai yang diberikan alam kepada manusia. Pada tahun 1977, untuk meyakinkan fungsi seabuckthorn kepada masyarakat, Departemen Kesehatan China resmi memasukkan seabuckthorn ke dalam “Farmakope Republik Rakyat China”. Penelitian seabuckthorn secara besar-besaran dimulai dari awal tahun 1960-an. Sichuan School of Medicine China sejak tahun 1950-an mulai melakukan penelitian biokimia seabuckthorn. Pada tahun 1980, banyak unit peneliti dan medis dari China melakukan studi medis terhadap seabuckthorn. Pada penelitian medis Seabuckthorn di Uni Soviet, ada 46 unit medis dan ribuan peneliti yang ikut serta dalam proyek besar ini, dan hasilnya sangat memuaskan.

Sejumlah penelitian menemukan bahwa buah seabuckthorn mengandung lebih dari 190 macam zat bioaktif, minyak seabuckthorn (minyak buah) juga ditemukan memiliki 103 macam zat aktif (6 jenis vitamin yang larut dalam lemak, 22 jenis asam lemak, 42 jenis lipid, flavonoid , dan 33 jenis fenol). Ilmuwan medis Uni Soviet percaya bahwa seabuckthorn adalah tanaman unik karena mengandung banyak sumber vitamin seperti vitamin A (karotenoid, terutama β- karoten), vitamin C, vitamin E, vitamin K1, vitamin B1, vitamin B2, flavonoid, dan asarm folat. Juga mengandung beberapa zat aktif biologis lainnya, seperti sitosterol, triterpen, asam lemak, zat tannin, karbohidrat, serotonin, dan coumarin hidroksi.
Yang bermanfaat bagi tubuh manusia bukan hanya vitamin yang terkandung dalam Seabuckthorn, tetapi masih banyak zat lain yang memiliki efek kesehatan bagi tubuh manusia. Contohnya inklusi hydroxycoumarin yang dapat mengurangi pembekuan darah dan menghambat pembentukan bekuan darah; flebitis emboli, asam triterpen dan alkohol dapat merangsang triterpenoid aktivitas jantung; sitosterol dapat digabungkan bersama-sama dengan makanan berkolesterol agar dapat mencegah terjadinya aterosklerosis; Karoten Β- terlibat dalam serangkaian proses biokimia dalam tubuh manusia yang berperan penting untuk menjaga kekebalan tubuh dan sebagai zat anti-tumor; rosin asam oleat tidak hanya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia, juga dapat mengobati jerawat vulgaris dan psoriasis pada remaja. Setelah melalui berbagai percobaan medis, Uni Soviet sepakat bahwa minyak seabuckthorn adalah satu-satunya analgesik alami yang dapat mempercepat regenerasi jaringan. Dengan begitu, sangat ampuh digunakan untuk pengobatan luka bakar, dan penyakit kulit lainnya, juga bisa digunakan untuk mengobati penyakit pencernaan, varises, dan bahkan pengobatan kanker, serta remisi aterosklerosis. Senyawa fenolik dari seabuckthorn memiliki efek antioksidan, dan bisa membuat zat bioaktif lainnya agar tetap mempertahankan aktivitasnya, juga memiliki efek anti-tumor dan anti-radiasi organik. Lainnya masih ada anthocyanin, catechin, lignin juga berperan sebagai antitumor dan anti-radiasi. Kulit seabuckthorn mengandung serotonin, zat paling langka yang dimiliki tanaman, ia mampu berfungsi sebagai neurotransmitter dalam keadaan bebas maupun dalam bentuk kimia dan memiliki peran penting pada tekanan darah, suhu tubuh, tubuh, hormon, dll pada manusia. Selain itu, juga memiliki efek anti-radiasi, anti-infeksi, antikanker, dan dapat mempercepat fibrinogen menjadi fibrin, serta membantu melancarkan peredaran darah dan sebagainya.

Selasa, 29 September 2015

Pemanfaatan Buah Seabuckthorn Selama Ini

Buah seabuckthorn yang sudah ada sejak jaman purba ini sudah banyak dimanfaatkan sejak jaman dulu. karena khasiat yang dihasilkan sangat luar biasa buah ini menjadi buah ajaib yang sudah diakui di seluruh dunia.

Disebut sebagai ‘pohon yang dapat membuat kuda berkilauan’ oleh orang Yunani kuno
Di Yunani kuno, perang dilakukan untuk meningkatkan kekuatan ekspedisi militer. Pada suatu hari, kuda perang yang lemah dan sakit-sakitan ditinggalkan di sebuah hutan. Saat para tentara kembali, untuk melewati hutan tersebut, menemukan bahwa sekelompok kuda tersebut tidaklah mati. Kuda-kuda tersebut tidak hanya pulih, tetapi kembali dengan badan sehat dan kuat bahkan bulunya berkilauan. Oleh karena itu, nama ilmiah seabuckthorn disebut sebagai Hippophae rhamnoides L yang artinya „pohon yang dapat membuat kuda berkilauan‟

Ransum Genghis Khan yang misterius
Ketika ekspedisi kavaleri Genghis Khan di Eurasia, tentaranya sering memetik sejumlah besar seabuckthorn dan membawanya ke markas militer. Karena jika mengkonsumsi seabuckthorn, akan meningkatkan energi para tentara agar siap bertempur. Lalu, tabib-tabib kerajaan Mongolia menggunakan seabuckthorn untuk membuat obat-obatan di Mongolia. Seabuckthorn berperan penting dalam menjaga kesehatan fisik dan melawan penyakit dalam perjuangan Genghis Khan selama bertahun-tahun. Menurut catatan, Genghis Khan terus menerus mengkonsumsi seabuckthorn. Maka, pada saat ia berumur 80 tahun, ia masih mampu berkuda dan memanah. Hal tersebut tentunya berkaitan dengan konsumsi seabuckthorn.

Ransum : Jatah pangan berupa bekal umum yang diberikan kepada prajurit setiap saat dimanapun ia berada, untuk mendukung dan menjaga kesehatan.

Peran buah Seabuckthorn terhadap tentara Tibet
Sewaktu tentara China masuk ke Tibet, ratusan ribu tentara terancam karena belum bisa beradaptasi dengan lingkungan dan penyakit yang ditimbulkan pada dataran tinggi. Pada saat itu, faktor ketinggian tempat dan kesehatan mengancam nyawa ratusan ribu tentara. Pada saat yang terdesak, kaum Tibet memetik semacam buah berry liar yang berwarna oranye, namanya “Da Ri Bu”, lalu memberikannya kepada tentara-tentara yang terserang penyakit. Terbukti setelah beberapa hari penyakitnya sembuh. Kemudian baru diketahui bahwa ternyata "Da Ri Bu” adalah seabuckthorn.

Rahasia bulu indah dari organisme Crossoptilon mantchuricum
Crossoptilon mantchuricum adalah hewan liar nasional yang dilindungi, ia memiliki bulu berwarna biru dan sifatnya terlihat anggun. Namun, pada saat proses penangkaran, baru disadari bahwa banyak bulunya yang rontok, masalah ini belum terselesaikan dalam waktu yang cukup lama. Sampai beberapa tahun yang lalu, hasil penelitian menemukan bahwa seabuckthorn merupakan faktor penting yang harus ada dalam habitat dari organisme

Crossoptilon mantchuricu. Dikarenakan dengan mengkonsumsi buah dan daun seabuckthorn dalam waktu yang cukup lama membuat Crossoptilon mantchuricum memiliki bulu yang indah. Sejak saat itu, para peternak mulai memberikan mereka daun dan buah seabuckthorn untuk dimakan dan beberapa bulan kemudian, bulu mereka menjadi indah kembali.

Seabuckthorn dan astronaut

Mantan kosmonot Soviet, Yuri Gagarin, sebelum menyelesaikan spacewalk pertama, pernah menggunakan minyak seabuckthorn untuk mencegah radiasi dari sinar kosmik, perubahan suhu yang mendadak, dan hilangnya gravitasi. Karena hal-hal tersebut dapat mengakibatkan bahaya yang fatal pada tubuh.

Pengenalan Buah Seabuckthorn


buah-seabuckthorn

Seabuckthorn adalah tanaman yang berasal dari 65 juta tahun yang lalu, pernah hidup bersama banyak tanaman lainnya yang ada di bumi, merupakan tanaman yang awalnya berbentuk buah. Mengikuti perubahan iklim di bumi, terutama perubahan iklim global yang disebabkan oleh pergolakan dari planet lain, mengakibatkan sejumlah besar tanaman dan hewan punah, diantaranya termasuk dinosaurus yang kita semua kenali, tetapi kami manusia belum pernah ada yang melihat mereka.

Untungnya, tanaman seabuckthorn dari 65 juta tahun yang lalu masih hidup dan bertahan hingga saat ini, tidak hanya tidak punah, tetapi sub-spesiesnya berkembang hingga lebih dari 60 sub-spesies yang tersebar di seluruh pelosok negeri seperti Asia, Eropa, dan Amerika. Namun, darimana Seabuckthorn berasal? Seabuckthorn darimanakah yang merupakan varietas terbaik di dunia? Menurut kami, salah satu tempat awal munculnya Seabuckthorn adalah di Dataran Tinggi Mongolia Dalam, buktinya dapat dilihat dari varietas Seabuckthornnya yang berasal dari 65 juta tahun lalu. Seabuckthorn di Mongolia mampu bertahan dalam jangka waktu yang panjang dikarenakan Dataran Tinggi Mongolia Dalam terhubung pada zona transisi yang paling dekat ke benua Eurasia, yang juga merupakan tempat tinggal dinosaurus pada zaman kapur. Seabuckthorn yang tumbuh di tanah ini adalah salah satu varietas yang unggul.

Sejak kelahiran manusia, buah Seabuckthorn merupakan makanan yang berperan dalam kelangsungan hidup manusia dan hewan. Seabuckthorn memiliki proses kematangan yang lambat, tetapi sampai pada musim dingin akan tetap berkilauan karena memiliki daya vitalitas yang tinggi. Seabuckthorn juga dapat menyerap sebagian besar nutrisi dari alam dan tanah, kemampuan fotosintesisnya juga merupakan yang terbaik diantara tanaman lainnya. Seabuckthorn dari prasejarah menusia sampai ke zaman kuno, dari zaman kuno sampai ke zaman modern ini, semuanya bergantung dari daya vitalitasnya, maka bisa dikatakan juga bahwa Seabuckthorn merupakan keajaiban dari bumi itu sendiri.

Teknologi ilmiah pada zaman modern ini dimanfaatkan untuk melakukan analisa dan uji coba pada karakteristik tumbuhan Seabuckthorn, dan untuk menemukan kelangkaan dari nilai kesehatan mereka. Seabuckthorn tidak hanya bisa merubah struktur tanah pada bumi, tetapi juga dapat mempertahankan eksistensi manusia. Seabuckthorn memiliki lebih dari 200 jenis elemen dan zat aktif yang dapat mengobati dan mencegah penyakit pada manusia, maka dari itu Seabuckthorn mendapat banyak perhatian dari PBB dan pemerintah.

Penelitian industri Seabuckthorn akan menjadi salah satu faktor yang akan mendorong manusia untuk mencapai kemajuan di kemudian hari, dan dalam mempromosikan dan mengembangkan industri Seabuckthorn, para anggota organisasi Seabuckthorn dari tahun 1950 sampai sekarang telah bekerja keras demi menyebarkan industri ini ke seluruh dunia. Beberapa orang sudah tua, dan beberapa sudah meninggal. Tetapi, semangat Seabuckthorn mereka telah diturunkan dari generasi ke generasi selanjutnya. Mereka selalu percaya bahwa kekayaan yang diberikan Seabuckthorn kepada kita semua tidak terbatas, Seabuckthorn memiliki filsafat hidup dan simbol karakter yang mulia. Mereka melakukan hal ini dengan penuh semangat dan tanpa pamrih demi menciptakan kontribusi bagi setiap manusia di bumi ini.

Dalam mengembangkan industri Seabuckthorn, pertama-tama kita harus memanfaatkan penggunaan tanah kering dan semi-kering untuk memproduksi makanan sehat, mengurangi tekanan pada lahan pertanian, mengurangi atau bahkan meniadakan penggunaan pupuk, pestisida, dan produk agro-industri pada tanaman. Dengan begitu, dapat mengurangi emisi “karbon” yang dihasilkan. Sehingga dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan memaksimalkan perlindungan lingkungan. Hal tersebut harus dilakukan dikarenakan semakin banyak dorongan permintaan pada pasar untuk penanaman Seabuckthorn, maka sebagian masyarakat dimobilisasikan untuk menjaga dan memperluas ekosistem Seabukckthorn. Semua hal itu dilakukan demi menyajikan berbagai macam makanan organik yang fungsional dan berkualitas bagi konsumen.

Seiring dengan berkembangnya industri Seabuckthorn, udara yang kita hirup juga akan semakin bersih, cuaca dan iklim global akan membaik, dan bahkan gurun juga mungkin akan kembali hijau yang akan menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk hidup. Sama seperti hubungan flora dan fauna, hubungan Seabuckthorn dengan manusia menciptakan sebuah keindahan seperti surga. Pengembangan industri Seabuckthorn ini dilakukan tanpa pengorbanan sedikitpun, bahkan menambah kebaikan untuk kesehatan seumur hidup dan lingkungan yang baik. Bukankah ini hal yang kita kejarkejar selama ini? Bumi diciptakan untuk manusia, dan sebaliknya manusia juga harus menjaga bumi ini, hal ini juga merupakan salah satu interaksi manusia dengan Seabuckthorn.


Siapapun yang berinteraksi dengan Seabuckthorn akan terpesona dan terpikat dengan karakternya. Jika seseorang telah ikut serta dalam pemeliharaan Seabuckthorn maka akan terus berdedikasi sampai menjadi bagian dari organisasi Seabuckthorn yang ajaib